sekolah adalah centralnya moderasi dan toleransi kehidupan umat beragama (Rofik, 2021). Namun demikian, realita berbicara lain. Merujuk pada hasil-hasil penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, masih banyak oknum guru yang melakukan proses pembelajaran dengan menanamkan nilai-nilai yang menyimpang dari
2. Tujuan dialog adanya saling pengertian dan penghargaan yang lebih baik antar pemeluk agama. Adanya perbedaan bukan direltiviskan kebenarannya, melainkan untuk toleransi antar umat beragama. 3. Materi dialog merupakan tema-tema menarik untuk kepentingan nasional bangsa Indonesia. 4. Kode etik dialog antar umat beragama. a.
2. Tidak Memaksakan Kehendak Orang Lain. Terkadang, ada orang yang bergaul dengan orang yang berlainan agama dengan tujuan membujuk untuk memasuki agamanya. Selain itu, ada pula orang ang melakukannya dengan cara memaksa. Hal tersebut dapat membuat orang merasa risih dan tidak tenang. Sebenarnya, sah-sah saja jika ingin mendakwahi orang lain.
Dengan demikian sikap saling menghormati akan tercipta dalam kehidupan bermasyarakat, Sehingga tidak terjadi diskriminasi di dalam sekolah maupun masyarakat. Contoh sikap toleransi di sekolah: menghargai agama orang lain/teman yang tidak seagama dengan kita, saling menolong atau berteman tanpa memandang suku,ras, agama, bahasa, dan antar golongan.
Contohnya toleransi dalam umat beragama yaitu sikap untuk saling menghormati dan menghargai antar umat beragama satu dengan yang beragama lain. Agama Hindu memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran. Dalam berbagai pustaka suci Hindu, banyak terdapat sloka-sloka yang mencerminkan toleransi dan sikap yang adil oleh Tuhan.
Agama resmi yang ada di Indonesia terdiri dari enam macam, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Setiap warga negara pun dijamin kebebasannya dalam memeluk salah satu di antara agama tersebut. Dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia tertulis dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (1) yang berbunyi: “Setiap
1. Pemahaman umat beragama di desa balun kecamatan Turi kabupaten Lamaongan tentang proses dan pola kerukunan antar umat beragama. 2. Faktor perekat sosial yang melahirkan Toleransi antar umat beragama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. 3. Strategi para pemuka agama dalam mewujudkan integrasi dan
ka0J45.
ceramah tentang toleransi antar umat beragama